Pecun di Boen San Bio
(IANNnews) Tangerang - Tidak mudah untuk
mendirikan telur yang berbentuk oval di sebuah bidang yang rata.
Fisikawan Prof David Allan berteori, pada saat bumi berada pada posisi
equinox atau ketika sumbu rotasi bumi dan garis bumi tegak ke matahri
tegak lurus. Pada posisi equinox, di antara bumi dan matahari terdapat
garis-garis medan gravitasi yang dapat mempengaruhi elektron-elektron
dalam telur. Gerakan elektron-elektron inilah yang menyebabkan
terjadinya kestabilan hingga telur dapat berdiri.
David Allan mengemukakan, lama equinox terjadi hanya 45 menit. Dan hal
itu dilakukan hanya satu kali dalam setahun, yakni tanggal 8 bulan Juni
atau bertepatan dengan tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek atau Go Gwee
Cee Go. Bersamaan dengan penanggalan imlek itu, Vihara Nimmala atau
Boen San Bio di Jalan KS Tubun, Kota Tangerang, pada Minggu (8/6)
menutup perayaan Pecun dengan membersihkan 2 perahu naga yang berumur
200 tahun. Bersamaan dengan penutupan perayaan Pecun ini digelar lomba
mendirikan telur yang dimulai pukul 11.45-12.20 WIB atau tepat bumi
berada pada posisi equinox. Sebanyak 1.150 telur berhasil didirikan
oleh 108 peserta dan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).
Kembali ke soal perayaan Pecun, Vihara Nimmala merupakan salah satu
vihara terbesar di Tangerang dan juga vihara yang non sekte. Di mana
Vihara Nimmala menerima semua ajaran Buddhis dan budi pekerti dari mana
pun. Karenanya, di Vihara Nimmala masih mempertahankan segala bentuk
tradisi leluhur yang memiliki filosofi mendalam tentang hubungan
manusia kepada Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia menghormati
ajaran leluhur. Hari Raya Pecun adalah salah satu tradisi yang sudah
bertahan hingga 200 tahun. Puncak perayaan Pecun di Vihara Nimmala
ditutup dengan membersihkan dan mencuci dua perahu naga yang terdapat
di pendopo Pecun Vihara Nimmala.
Perayaan Pecun diawali dengan kisah seorang menteri yang sangat jujur
dan setia bernama Cu Yuan. Pada zaman Dinasti Ciu, negeri yang paling
kuat adalah Chin, maka enam negeri besar lainnya, yaitu Cee, Cho, Yan,
Thio, Gwi dan Han sering bersatu menghadapi Chin. Cu Yuan namanya
sangat disegani karena berhasil mempersatukan keenam negeri besar
tersebut. Namun banyak pihak yang ingin menjatuhkan nama baiknya di
hadapan raja negeri Cho. Dengan banyak pengkhianatan di dalam kerajaan
membuat Cu Yuan dijatuhi hukuman pengasingan. Di tempat pengasingan
tersebut tidak dapat melupakan tanggung jawab pada negeri dan
leluhurnya. Terlebih lagi, ketentraman Cu Yuan terganggu dengan berita
dihancurkannya ibukota negeri Cho dan tempat bio atau klenteng
leluhurnya hancur lebur, yang diserbu orang-orang negeri Chin.
Peristiwa tersebut membuat Cu Yuan yang lanjut usia merasa tidak ada
arti lagi dan memutuskan untuk menjadikan dirinya sebagai tugu
peringatan bagi rakyatnya. Cu Yuan kemudian membawa perahu dan
menerjunkan diri kedalam sungai Bek Lo dengan mengikat dirinya dengan
sebuah batu besar sehingga tenggelam. Bahkan orang-orang yang
mengetahui peristiwa tersebut berusaha menolongnya tidak berhasil dan
jasadnya tidak ditemukan.
Dua tahun setelah peristiwa tersebut, Gi Hu seorang nelayan membawa
tempurung bambu berisikan beras dan dituang ke dalam sungai untuk
mengenang kembali dan menghormati Cu Yuan. Pada tahun-tahun berikutnya
diadakan lomba perahu yang hiasi gambar naga yang mengingatkan usaha
mencari jasad Cu Yuan. Sementara itu, Bebeng salah satu imam Vihara
Nimmala menceritakan, sekitar 200 tahun silam, ada seorang pedagang
Tionghoa bernama Oey Giok Koen yang melintasi Vihara Nimmala dengan
kereta kuda. Saat melintasi Vihara Nimmala salah satu roda kereta kuda
terlepas dan menggelinding masuk ke depan gerbang Vihara Nimmala.
Akhirnya saudagar tersebut sembahyang di Vihara Nimmala dan berjanji
kepada biokong atau petugas persembahyangan vihara, jika anak
pertamanya lahir laki-laki, saudagar tersebut akan memberikan sepasang
perahu naga asli dari negeri Cina kepada Vihara Nimmala. Sejak awal
kehadiran perahu naga tersebut selalu disembahyangi setiap hari, hingga
akhirnya dipercayakan mendatangkan berkah. Sedangkan Perayaan Pecun
ditandai dengan ritual memandikan perahu naga tersebut dan nampak
menghiasi makanan bacang untuk mengenang kematian Cu Yuan.
http://khomsurizal.blogspot.com/